HARGA

Red Borneo, Dulunya 1 Ton Rp 1 Juta, Sekarang Satu Cincin Rp 70 Juta

BERITABATU.com—Salah satu batu akik yang memiliki penampilan unik, nan cantik adalah Red Borneo, dari Kalimantan Selatan.

Ciri khasnya tersendiri. Warnanya merah jambu memukau, membuat banyak pebisnis batu menjual mata cincinnya. Dan laris manis tentunya.

Bahkan di Martapura Kalimantan, sebagian orang menyebutnya sebagai Bacannya Kalimantan. Red Borneo meski tergolong dalam batu Chalcedony, namun memiliki motif yang berbeda dengan jenis Chlacedony pada umumnya.

BACA JUGA: Apakah Anda Setuju? Pemerintah Akan Tarik Pajak 5 Persen Untuk Penjualan Batu Akik

IKLAN ANDI BERITABATU

Misalkan Red Rafflesia dari Bengkulu, bila dibandingkan dengan Red Borneo keduanya jauh berbeda. Red Rafflesia terlihat bening dan transparannya jelas.

Adapun Red Boreno, memiliki keunikan lain. Jika batunya berkualitas tinggi, maka akan nampak warna merah jambu yang mengkilap. Tanpa guratan hitam.

Jika dilihat sepintas, tidak terlihat mengkristal. Namun jika disenter dari arah bawah atau samping, maka cahayanya tembus. Batu jenis seperti ini memiliki nilai jual tinggi hingga Rp 70 juta.

RED Borneo. DESIGN BY BERITABATU.com

RED Borneo. DESIGN BY BERITABATU.com

Ceritanya, dahulu batu ini tidak memiliki nilai jual yang tinggi. Masyarakat sekitar bahkan menjualnya dengan harga yang terlampau murah. Yakni Rp 1 juta per satu ton.

Sekarang, dengan makin trennya batu akik, bongkahannya kian mahal, bahkan satu kilonya mencapai jutaan rupiah.

Adapun jenis cincinnya sebesar ujung ibu jari, dengan kualitas tinggi, seperti telah mengkristal, tidak ada guratan hitamnya, warna merahnya tidak pucat, mengkilap, dibanderol dengan harga Rp 70 juta.

Harga Red Borneo yang tinggi seperti ini, bisa anda temukan di berbagai tokoh batu akik, di Martapura, Kalimantan Selatan. Anda punya Red Borneo? Jangan ragu mematok harga. (BB)

Komentar Gan

comments

Click to comment
To Top