HARGA

Jika Harga Batu Tetap Mahal, Maka Trend Batu Akan Berakhir

TREN batu akik saat ini harus diimbangi dengan harga yang wajar. Jika harga batunya tinggi, maka orang akan berfikir dua kali untuk membeli.

Sebab kebutuhan batu akik bukanlah kebutuhan pokok, melainkan kebutuhan sekunder, alias pelengkap semata.

Logikanya, jika pembeli berkurang maka secara otomatis akan mengurangi pamor batu itu sendiri dan berimbas kepada tren batu akik.

Emperan Pasar Rawabening. JakTim

Emperan Pasar Rawabening. JakTim

Misalkan, jika harga Batu Bacan tetap mahal, maka orang akan berpaling ke lain batu, dan yang bisa menjangkau Batu Bacan hanyalah kalangan menengah ke atas yang jumlahnya hanya sedikit.

IKLAN ANDI BERITABATU

Setiap orang palingan memiliki satu batu, dua batu adalah kebanyakan, dan tiga batu adalah hobi para kolektor.

Ini merupakan analogi sederhana. Jika seseorang sudah punya satu Batu Bacan, maka pasti ia akan berfikir dua kali untuk membeli dua batu bacan. Hal ini karena batunya terlampau mahal.

Jika terus mahal, maka pembeli akan menurun, jika pembeli menurun maka trennya akan surut, sebab para pedagang juga akan sulit menjual batunya. Sebab sesuatu yang mahal akan ditinggalkan, kecuali oleh kalangan tertentu saja.

Sedangkan di sisi lain, batu memiliki tingkat ketahanan yang tinggi, bisa dipakai bertahun-tahun. Sehingga sulit untuk menjual barang yang sama kepada orang yang telah memiliki barang tersebut, kecuali hanya sebagian kecil orang.

Artinya, di kalangan tertentu menunggu batunya rusak atau pecah baru ia bisa membeli kembali. Atau ia telah bosan dengan batunya. Sedangkan alas an bosan dan membeli kembali adalah alas an orang-orang kaya yang gemar koleksi. (bb)

Komentar Gan

comments

Click to comment
To Top