AKIK

Ini Proses Terjadinya Batu Akik Sisik Naga

BERITABATU.com-Salah satu batu akik yang cukup terkenal sekarang adalah Batu Akik Sisik Naga. Di Indonesia, banyak ditemukan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di Kota Provinsi Sulsel, Makassar, Batu Akik ini bahkan lebih terkenal daripada Batu Bacan. Banyak orang Sulsel yang menyukainya. Mengingat batu ini juga berasal dari tanah kelahiran mereka.

Batu Sisik Naga memiliki nama lain Concretion atau Septarians. Kedua kosa kata ini berasal dari bahasa Latin. Con berarti ‘bersama-sama’ dan crescere ‘tumbuh’. Dari dua suku kata ini maka dikenallah dengan namaConcretion atau disebut juga Septarians Nodulas.

Berdasarkan penelusuran BERITABATU.com terhadap situs-situs berbahasa Inggris menyimpulkan, bebatuan Sisik Naga yang ada sekarang, diperkirakan telah terbentuk sejak 50 sampai 70 juta tahun yang lalu. Pembentukan bebatuan ini juga terjadi diakibatkan oleh letusan gunung merapi, kehidupan laut yang mati, atau juga oleh konsentrasi zat semen di dalam tanah.

IKLAN ANDI BERITABATU

BACA JUGA: Mengenal Batu Red Rafflesia Asal Bengkulu

Untuk laut yang mati, biasanya partikel-partikel kimia akan membentuk bola lumpur. Saat air mengering, bola-bola lumpur tersebut akan pecah. Dan menyusut dalam ukuran tertentu, sehingga menciptakan rongga-rongga atau celah-celah, kemudian terserap dalam rongga dan celah-celah tersebut partikal di sekitarnya.

Maka terbentuklah Batu Sisik Naga yang sebagiannya terdapat Kristal Kalsit. Selain di dalam tanah, dan di permukaan laut. Batu ini juga terdapat di sungai dan danau.

BONGKAHAN dan cincin dari Batu Akik Sisik Naga. DESIHN BY BERITABATU.com

BONGKAHAN dan cincin dari Batu Akik Sisik Naga. DESIHN BY BERITABATU.com

Adapun pembentukan lainnya di dalam tanah, bebatuan ini terbentuk dalam lapisan strata sedimen yang tersimpan. Bebatuan ini terbentuk di awal sejarah pembentukan sedimen, sebelum sisa sedimen mengeras menjadi batu. Maka, semen concretionary ini sering membuat concretion lebih keras dan lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan strata lainnya.

Pembentukkannya yang menelan puluhan hingga ratusan juta tahun, menjadikan batu ini termasuk sangat keras. Bebatuan ini kebanyakan telah ditemukan dalam bentuk bulat, ini karena proses pembentukannya sendiri. Meskipun ada juga yang ditemukan dalam bentuk yang tidak teratur. (BB)

Komentar Gan

comments

Click to comment
To Top