HARGA

Harga Batu Mulai Menurun, Bacan Tetap Melambung.

BERITABATU.com —- DITENGAH  kondisi ekonomi Indonesia yang semakin menuju ke lampu merah, Daya beli masyarakatpun kian melemah, hal ini kemudian membuat para pedagang batu akik mulai menurunkan harga-harga batu akik. yang dulunya di hargai dengan jutaan rupiah, kini mulai kita dapatkan hanya dengan ratusan rupiah bahkan hanya puluhan ribu rupiah.

Foto  beriatabatu.com : Bacan palamea

Foto beriatabatu.com : Bacan palamea

Di Plasa Delta Kota Surabaya misalnya, kini kita bisa dapatkan Batu Kalimaya Afrika hanya dengan mengluarkan goceh Rp 250 ribu, Sedangkan Zamrud zambiah Rp 60 ribu – 70 ribu/pc. Yellow safir juga mengalami penurunan harga hanya kisatan 170.ribu/pc. Kata teman yang di sapa redaksi beritabatu.com, penurunan harga ini hanya untuk menghabiskan stok yang telah lama menumpuk.

Kemudian kita tengok di pasar Rawabening Jakarta Timur, Blac Jade kini kita bisa dapatkan hanya 70.000/kiloan, bukan Balca jade saja, namun Raflesia, Solar, Labrador, RedBorneo, serta jenis-jenis batu asal Jambi juga mengalami hal yang sama yakni 70.000 sampai 100.000/kiloan.

Ditengah penurunan jenis-jenis batu tersebut, Hanya Bacan doko yang masi eksis dengan harga yang terlampau tinggi. Pasar Rawebening Bacan Doko Kristal masi eksis dengan harga 7 juta hingga 15 juta rupiah per mata cincin.

IKLAN ANDI BERITABATU

Di pusat penjualan online seperti tokopedia misalkan, untuk mendapatkan bongkahan bacan doko 4 buah sebesar kepal tangan, harus mengelaurkan goceh 15 juta rupiah, sedangkan yang suda Kristal dan terbentuk mata cincin di dapatkan dengan harga 4 juta hingga 14 juta rupiah.

Kini biarkan roda terus berputar mengikuti perputaran zaman, apakah dengan harga bacan yang begitu tinggi membuat peminat masi tetap menyanjungnya, ataukah peminat akan berpindah ke lain hati. (post:redaksiBB/edal)

Baca juga : TREND BATU AKIK BELUM BERAKHIR, JANGAN TERMAKAN OPINI

Baca Juga : DI RAWABENING, PEMAIN BACAN MULAI MERASAKAN SEPIHNYA PEMBELI

Komentar Gan

comments

Click to comment
To Top