HEADLINE

Fakta! Trend Batu Akik Mulai Menurun

BERITABATU.COM — Setelah beberapa tahun membooming di pelosok tanah air, kini trend batu akik mulai menurun, para pelaku usaha mulai mengobral murah batu akiknya, ada yang menggantikan dengan usaha lain,  para pengrajin mulai merasakan sepihnya pelanggan, sampai ke tingkat mereka mulai menjual mesin-mesin  gosoknya batunya

Jual beli online di facebook juga telah merasakan dampak terhadap penurunan ini, ada yang memposting jualannya namun tidak mendapat komentar meskipun hanya sekedar bertanya tentang harga.

rame dalam

Seorang pemain batu akik dipasar rawabening yang enggan namanya diwartakan, turut membenarkan hal itu, dan kini dia telah mengalihkan profesinya menjadi design interior karena merasakan turunnya trend batu akik, dia mengatakan pendapatannya meningkat hanya diwaktu awal membooming, namun kini mulai sepih dari pembeli.ahirnya diapun meninggalkan usaha batu akiknya.

IKLAN ANDI BERITABATU

Awal menurunnya trend batu akik, mulai dirasakan sehabis ramadhon bulan kemrin, banyak yang mulai mengeluh dengan sepihnya pembeli, Bahkan ada yang sebulan tidak terjual bahkan sebiji. berbeda dengan awal-awal mulai membooming.

Sejumlah kalangan turut memberikan opini terhadap  trend batu akik yang mulai menurun, ada yang mengatakan,  sebabnya adalah lemahnya daya beli masyarakat karena ekonomi Indonesia yang melemah, ada  juga yang dengan pemikiran bahwa kepuasan seseorang telah tercukupi dengan batu akik yang dia miliki sehingga tidak berhasrat lagi untuk membeli yang lain.

Bahkan ada juga yang mengaitkannya dengan hokum permintaan dan penawaran dalam ilmu ekonomi, hokum permintaan berbunyi ‘’apa bila harga naik, maka jumlah barang yang di minta mengalami penurunan, dan apabila harga turun, maka jumlah barang yang di minta mengalami kenaikan. Artinya bahwa kenaikan harga barang akan mempengeruhi daya beli masyarakat. Jika harga naik, maka daya beli akan menurun, begitu juga sebaliknya. Contoh, Batu bacan mahal, maka pembeli akan berpikir dua kali, lebih baik beli emas, karena meskipun batu bacan mahal, namun nilainya tidak bisa digadai atau di jadikan investasi.

Dan kini yang tersisah hanyalah mereka yang suda sekian lama menjadi pemain batu akik semenjak belum mem-boomin, meskipun pendapatannya menurun namun mereka masi meramaikan pasar-pasar batu akik seperti pasar rawabening dan lainnya.  ini sama halnya dengan pelaku usaha burung kicau yang sempat membooming, namun ahirnya redah, namun pelaku usaha burung kicau terlihat masi berjualan di seputaran terminal kampong melayu Jakarta timur hingga saat ini. (redaksiBB/edal)

baca juga : Awas!! Batu Gambar banyak direkayasa seniman batu akik

Bagaimana pendapat gem-lovers.. silahkan berikan komentar dibawah ini.

Komentar Gan

comments

Click to comment
To Top