HEADLINE

Apakah Tren Batu Akik Akan Berakhir Tragis Seperti Anthurium?

ilustrasi.

ilustrasi.

BERITABATU.com-Sebelum adanya demam batu Akik, ada juga demam tanaman atau bunga hias Anthurium. Bahkan marak terjadi pencurian, dan harganya melambung tinggi.

Namun tren ini kemudian berakhir tragis. Disebabkan banyak orang yang memiliki Anthurium. Sehingga berlakulah hukum ekonomi terhadapnya. Yakni, apabila barang banyak di pasaran melampui kebutuhan, keinginan dan minat, maka harganya akan melempem, dan ternnya akan menurun. Inilah dialami Anthurium.

Apakah hal yang sama akan menimpa tren Batu Akik? Menurut Pengamat Batu Fachry Rozzy, kedua tren ini harus dibedakan.

Lulusan sarjana ekonomi ini mengatakan, tren batu akik saat ini pasti hilang, namun tidak sama dengan Anthurium. Anthurium peminat dan tingkat kebutuhannya langsung hilang, sedangkan batu Akik, trennya bisa menurun, tapi peminat dan tingkat kebutuhannya tetap ada.

IKLAN ANDI BERITABATU

“Saya mengenakan batu akik sejak masih SMP. Dan rata-rata orang Betawi misalnya perhiasan tangan untuk lelaki adalah batu akik, ini berlangsung sudah ratusan tahun. Tetap bertahan sampai sekarang. Ini adalah minat, dan hoby, serta kebiasaan. Inilah yang sulit dhilangkan. Tren bisa hilang tetapi kebiasaan orang tidak bisa dhilangkan.” Kata Fachry, kepada BERITABATU.com, Senin (12/4).

Dia menjelaskan, bahkan lebih jauh ratusan tahun silam, orang sudah mengenakan batu akik. Rasulullah saw misalkan, mengenakan batu akik asal Habasyah berwarna hitam di jari kelingking tangan kanannya. Sebagaimana disampaikan dalam hadits-hasits shahih yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari.

Bahkan lebih jauh dari itu, permata istana Nabi Sulayman juga dari jenis bebatuan, baik dari daratan maupun dari lautan yang diambil oleh para jin ketika itu untuk menghiasi Haikal Sulaiman.

“Kalau Anthurium, bisa dibudidayakan. Karena Anthurium adalah tumbuhan. Bisa diperbanyak. Sedangkan batu akik, tidak bisa dibudidayakan. Tidak bisa diperbanyak. Sebab Batu Akik adalah bahan tambang. Sehingga akan habis apabila digunakan. Ini yang menyebabkan Anthurium banyak orang yang miliki. Sebab satu tanaman Anthurium bisa menghasilkan banyak tanaman Anthurium lainnya apabila dibudidayakan.” Katanya.

Tapi kalau batu akik, tidaklah demikian. Satu Batu Akik tetaplah satu batu akik. Dan tidak bisa menjadi banyak batu akik, kecuali dipotong menjadi banyak, dan ukurannya akan kecil-kecil. “Batu akik tidak bisa dibudidayakan. Tidak berkembang biak.” Katanya.

Anthurium.

Anthurium.

“Jadi saya rasa, trennya akan berada dalam masa yang panjang, entah beberapa tahun. Memang akan berakhir, tapi lama. Namun berakhirnya tren batu akik, bukan berarti hilang sebagaimana Anthurium. Sebab peminat batu akik tetap masih ada, dan jumlahnya masih banyak. Ada sebagian orang yang ingin menjalankan sunnah Nabi Muhammad, ia pasti cari batu akik. Dan ini juga menyangkut hobi dan perhiasan lelaki di jari. Sebab kita khan gak bisa pakai emas (khusus bagi lelaki dalam Islam) yang paling tepat ini, batu akik.” Tukasnya. (*)

 

Komentar Gan

comments

1 Comment
To Top