AKIK

12 Alasan Tren Batu Akik Akan Bertahan Lama

BERITABATU.com–Banyak orang memikirkan tentang tren batu Akik. Ada yang mengatakan, akan bertahan lama, adapula yang mengatakan akan tersingkir dalam waktu dekat, dan akan digantikan dengan tren lainnya. Hal ini hanya berkaitan dengan rotasi zaman.

BACA JUGA; Apakah Tren Batu Akik Akan Berakhir Tragis Seperti Anthurium?

Berikut BERITADESA.com menghadirkan 10 alasan mengapa tren batu akik akan bertahan lama:

1. Batu Akik adalah bahan tambang yang tidak bisa dibudidayakan. Dari dulu sampai sekarang, bahan tambang selalu diminati. Hal ini berbeda dengan tumbuhan yang bisa dibudidayakan dan menjadi banyak dalam satu jenis saja.

IKLAN ANDI BERITABATU

2. Batu Akik terkenal sejak zaman para Nabi, dan sampai sekarang masih terus diminati. Mulai dari zaman Nabi Sulaiman, sampai Zaman Nabi Muhammad saw. Bahkan para sahabat Rasulullah saw juga ada yang mengenakan batu akik. Tren ini berkembang sampai sekarang.

3. Batu akik bukan hanya dikenakan oleh kalangan masyarakat biasa, tapi juga dikenakan oleh para tokoh. Seperti para pimpinan negara, pejabat, menteri, politisi, militer, kepolisian, dan lainnya. Mereka telah mengenakan batu akik ini sejak lama. Bukan saat ngetop sekarang.

5. Batu akik juga digunakan oleh para tokoh agama. Seperti para ustadz, para kyai, penceramah, dan lainnya. Dan mereka telah mengenakannya sejak ratusan tahun secara turun temurun. Hal ini berbeda dengan bahan lainnya yang hanya terbatas pada kalangan tertentu saja.

6. Batu akik akan terus berkembang, yakni dari jenis dan asalnya. Hal ini akan membuatnya terus ngetren, karena akan ditemukan lagi, dan lagi. Maka yang terjadi adalah persaingan batu akik.

7. Tumbuhnya media masa, blog, dan situs-situs yang mendukung pertumbuhan batu akik. Ada ratusan website, blog, dan grup facebook, yang memiliki konten batu akik. Keberadaannya sejak lama, dan terus tumbuh seiring waktu.

8. Solusi Pengangguran. Tidak bisa dipungkiri, batu akik merupakan salah satu solusi pemecah pengangguran. Orang yang tadinya tidak mendapat pekerjaan, sekarang telah berjualan batu akik. Sehingga akan terjadi simbiosis mutualisme, dan saling mendukung, sosialisasi, dan lainnya.

9. Memiliki pasar tersendiri. Pasar Batu Rawa Bening, merupakan pasar batu terbesar di ASIA. Tidak ada pasar batu di negara-negara Asia yang melebihi pasar batu di Rawa Bening, Jakarta Selatan. Dan pasarnya terus berkembang di daerah-daerah dan kota-kota besar. Seperti di Makassar, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Aceh, Bogor, Jogjakarta, Manado, Ambon, Ternate, bahkan sampai di kabupaten/kota.

10. Banyak kaum lelaki yang merasa cocok dengan aksesoris cincin dari batu. Ini karena emas dianggap kurang cocok, sebab terlalu identik dengan aum wanita

11. Peminat batu akik dari hari ke hari terus berkembang, bahkan sudah meramnbah kaum wanita. Banyak wanita sekarang juga telah membeli dan mengenakan perhiasan seperti cincin, kalung, gelang, liontin, dari batu akik.

12. Tren, minat, dan hobi batu akik, bukan hanya berada di Indonesia. Tapi tersebar di seluruh dunia. Seperti di India, Amerika, Rusia, Eropa, Arab, Afrika, negara-negara Asia, dan lainnya. (*)

Komentar Gan

comments

Click to comment
To Top